Ilmu berupa pengetahuan kolektif manusia
berkembang sesuai dengan sarana kominfo yang dominan pada suatu waktu.
Pengetahuan sosial dari masa ke masa berkembang dari mitologi ke teologi
terus ke filsafat yang digantikan sains yang segera diganti oleh
ideologi yang kini pada gilirannya digantikan oleh imagologi. Teologi
dan filsafat dilahirkan oleh teknologi tulis, sedangkan sains dilahirkan
oleh teknologi cetak. Sementara itu ideologi menjadi dominan di abad 20
ketika media elektronik seperti radio dan televisi menjadi dominan.
Kini imagologi dominan ketika komputer dan internet menjadi dominan di
abad 21.
Pada mulanya : pramodernitas
Ketika percakapan lisan adalah teknologi
kominfo yang dominan di era prasejarah maka ilmu dinyatakan dalam
cerita-cerita pusaka turun-temurun yang sekarang kita kenal sebagai
mitologi. Dalam era mitologi ini tak ada filsafat ilmu, karena logika
pun belum ada. Logika baru muncul setelah ditemukannya alfabet yang
fonetik.
Kemudian manusia mengalami revolusi urban, teknologi kominfo utama adalah tulisan
.
Dengan tulisan manusia bisa berpikir tentang berpikir, sehingga
berkembanglah ilmu logika. Berdasarkan logika ini maka manusia bisa
menuangkan pengetahuannya dalam teologi yang logis. Namun sayang
kominfotek ini hanya dikuasai para pendeta di kuil-kuil mereka, karena
sulitnya memperbanyak naskah-naskah tulis.
.
Dengan tulisan manusia bisa berpikir tentang berpikir, sehingga
berkembanglah ilmu logika. Berdasarkan logika ini maka manusia bisa
menuangkan pengetahuannya dalam teologi yang logis. Namun sayang
kominfotek ini hanya dikuasai para pendeta di kuil-kuil mereka, karena
sulitnya memperbanyak naskah-naskah tulis.
menyatakan
bahwa pengetahuan manusia adalah anamnesis atau pengingatan akan
obyek-obyek sempurna di alam ide yang merupakan realitas abadi lebih
nyata dari alam benda-benda. Murid Plato, Aristoteles
,
justru mengatakan bahwa benda-benda sekitar kita yang mempunyai
eksistensi nyata, sedangkan ide hanyalah abstraksi yang hanya ada dalam
pikiran manusia. Pandangan Plato disebut idealisme, sedangkan pandangan
Aristoteles disebut sebagai realisme.
Ibn Rusdh (Averous)

Ibnu Sina (Avicena)
Di abad pertengahan peradaban Kristen Eropa pandangan Plato didukung oleh SantoAgustinus
, sedangkan pandangan Aristoteles menjadi matang di tangan Santo Thomas Aquinas
. Di dunia Islam, pandangan Plato terbayang dalam filsafat Al Ghazali
,
sedangkan pandangan Aristoteles menjadi matang di tangan Ibnu Rusyd
yang kemudian ajarannya dikenal di Eropa sebagai Averoisme. Gereja
menentang Averoisme dengan argumen-argumen yang mirip dengan argumen
Al-Gazali melawan kaum falasifah eperti Ibnu Sina . Bahkan Thomas
Aquinas melawan Averoisme dan mengembangkan pandangan sendiri yang
menyatukan rasionalisme Aristoteles dengan iman Kristen.
, sedangkan pandangan Aristoteles menjadi matang di tangan Santo Thomas Aquinas
. Di dunia Islam, pandangan Plato terbayang dalam filsafat Al Ghazali
,
sedangkan pandangan Aristoteles menjadi matang di tangan Ibnu Rusyd
yang kemudian ajarannya dikenal di Eropa sebagai Averoisme. Gereja
menentang Averoisme dengan argumen-argumen yang mirip dengan argumen
Al-Gazali melawan kaum falasifah eperti Ibnu Sina . Bahkan Thomas
Aquinas melawan Averoisme dan mengembangkan pandangan sendiri yang
menyatukan rasionalisme Aristoteles dengan iman Kristen.Renaissance: lahirnya modernitas

Johan Gutenberg

Mesin Cetak Pertama ciptaaan Gutenberg

Galileo Galilei

Johanes Kepler

Francis Bacon

John Locke
dengan filsafat rasionalisme yang mengatakan bahwa dengan skeptisisme
sistematik dia mengambil kesimpulan bahwa sumber pengetahuan yang sejati
adalah akal budi atau rasio manusia.Revolusi sains: modernisasi lebih lanjut
Isaac Newton (1643-1726)
mensintesakan penemuan matematis Kepler dan penemuan empiris Galileo
dalam teorinya tentang gerak, mekanika, dengan judul Philosophiae
Naturalis Principia Mathematica
.
Newton sukses mengajukan mekanikanya karena dia telah menggabungkan
metoda matematik metoda eksperimental. Rasionalisme sebagai lawan
empirisme diajukan sebagai dua metoda yang saling melengkapi, bukan
sebagai dua filsafat yang saling berlawanan.
Adam Smith
Sigmund Freud
bahkan juga di ilmu-ilmu kemanusiaan seperti ekonomi oleh Adam Smith
dan psikologi oleh Sigmund Freud . Pandangan bahwa alam sebagai mesin
yang mendasari sains itu kini dikenal sebagai paradigma Newtonian.
James Watt

Hegel

Karl Marx
Abad 20: maksimasi modernitas

Radio pertama

Adolf Hitler

Stalin

Rudolp Carnap

Edmund Husserl
Abad ke-21: Akhirnya …. posmodernitas

Werner Heissenberg
Jean Francois Lyotard
dan yang kedua adalah lahirnya mekanika kuantum dibidani oleh Werner
Heisenberg . Einstein mendapat hadiah Nobel pada tahun 1921 karena
penemuan rumus efek fotolistrik yang kemudian ternyata mengubah dunia
dengan ditemukannya televisi
. Heisenberg mendapat hadiah Nobel pada tahun 1932 karena penemuannya
mekanika benda-benda sebesar atom dan yang lebih kecil lagi sehingga
memungkinkan ditemukannya mikroprosesor
yaitu jantung mesin-mesin komputer
sedunia yang kini terkoneksi dalam jaringan internet
. Komputer telah menyebabkan sosiolog Prancis Jean-Francois Lyotard melahirkan pemikiran posmodernisme, dalam bukunya
yang kemudian, di kalangan humaniora, didominasi pos-strukturalisme seperti Jacques Derrida
yang melecehkan sains dengan menganggapnya sebagai salah satu dari
wacana-wacana relatif berupa konstruksi intersubyektif lainnya seperti
novel, puisi, teologi, mitologi dan lain sebagainya.Sebaliknya di kalangan ilmuwan, diilhami komplementaritas partikel gelombang di fisika kuamtum, justru muncul kecendrungan melihat materi dan pikiran ataupun sains dan agama sebagai sisi-sisi komplementer suatu realitas utuh menyeluruh yang saling melengkapi satu sama lainnya. Pandangan seperti inilah yang disebut sebagai holisme seperti yang disebarkan oleh fisikawan Amerika Fritjof Capra
yang menulis buku “The Tao of Physics” 
Kesimpulan
Sejarah perkembangan peradaban tak bisa dipisahkan dengan perkembangan teknologi terutama teknologi komunikasi informasi. Teknik tulis-menulis melahirkan pengetahuan sebagai cabang filsafat dan pertentangan antara idealisme yang subyektif dan realisme yang obyektif. Penemuan teknik cetak-mencetak menghasilkan pertentangan antara filsafat rasionalisme yang subyektif dan empirisme yang obyektif. Penemuan media elektronik menimbulkan pertentangan antara fenomenologi yang berorientasi pada subyek dan neo-positivisme yang berorientasi pada obyek. Penemuan komputer menghasilkan perdebatan antara pos-strukturalisme, yang intersubyektif, dan holisme yang menyatukan subyek dan obyek. Artinya, perkembangan teknologi menghasilkan visi-visi baru tentang subyektivitas manusia dan obyektivitas alam. Dan transformasi visioner ini pada gilirannya menyebabkan adanya transformasi ilmu dan filsafat ilmu.Sumber:http://www.facebook.com/note.php?note_id=380423071800&comments=

No comments:
Post a Comment