Sunday, October 21, 2012

Transformasi Falsafah Ilmu

Ilmu berupa pengetahuan kolektif manusia berkembang sesuai dengan sarana kominfo yang dominan pada suatu waktu. Pengetahuan sosial dari masa ke masa berkembang dari mitologi ke teologi terus ke filsafat yang digantikan sains yang segera diganti oleh ideologi yang kini pada gilirannya digantikan oleh imagologi. Teologi dan filsafat dilahirkan oleh teknologi tulis, sedangkan sains dilahirkan oleh teknologi cetak. Sementara itu ideologi menjadi dominan di abad 20 ketika media elektronik seperti radio dan televisi menjadi dominan. Kini imagologi dominan ketika komputer dan internet menjadi dominan di abad 21.

Pada mulanya : pramodernitas

Ketika percakapan lisan adalah teknologi kominfo yang dominan di era prasejarah maka ilmu dinyatakan dalam cerita-cerita pusaka turun-temurun yang sekarang kita kenal sebagai mitologi. Dalam era mitologi ini tak ada filsafat ilmu, karena logika pun belum ada. Logika baru muncul setelah ditemukannya alfabet yang fonetik.
Kemudian manusia mengalami revolusi urban, teknologi kominfo utama adalah tulisan . Dengan tulisan manusia bisa berpikir tentang berpikir, sehingga berkembanglah ilmu logika. Berdasarkan logika ini maka manusia bisa menuangkan pengetahuannya dalam teologi yang logis. Namun sayang kominfotek ini hanya dikuasai para pendeta di kuil-kuil mereka, karena sulitnya memperbanyak naskah-naskah tulis.
Dalam era naskah ini, Plato menyatakan bahwa pengetahuan manusia adalah anamnesis atau pengingatan akan obyek-obyek sempurna di alam ide yang merupakan realitas abadi lebih nyata dari alam benda-benda. Murid Plato, Aristoteles
, justru mengatakan bahwa benda-benda sekitar kita yang mempunyai eksistensi nyata, sedangkan ide hanyalah abstraksi yang hanya ada dalam pikiran manusia. Pandangan Plato disebut idealisme, sedangkan pandangan Aristoteles disebut sebagai realisme.
Ibn Rusdh (Averous)
Ibnu Sina (Avicena)
Di abad pertengahan peradaban Kristen Eropa pandangan Plato didukung oleh SantoAgustinus , sedangkan pandangan Aristoteles menjadi matang di tangan Santo Thomas Aquinas . Di dunia Islam, pandangan Plato terbayang dalam filsafat Al Ghazali , sedangkan pandangan Aristoteles menjadi matang di tangan Ibnu Rusyd  yang kemudian ajarannya dikenal di Eropa sebagai Averoisme. Gereja menentang Averoisme dengan argumen-argumen yang mirip dengan argumen Al-Gazali melawan kaum falasifah eperti Ibnu Sina . Bahkan Thomas Aquinas melawan Averoisme dan mengembangkan pandangan sendiri yang menyatukan rasionalisme Aristoteles dengan iman Kristen.

Renaissance: lahirnya modernitas

Johan Gutenberg
Mesin Cetak Pertama ciptaaan Gutenberg
Galileo Galilei
Johanes Kepler
Pada abad XV, Johan Gutenberg menemukan mesin cetak manual  di tahun 1544 yang memungkinkan buku-buku menjadi murah sehingga bisa dibaca rakyat kebanyakan. Akibat dari revolusi teknologi cetak ini, di Eropa terjadi proses revolusioner Renaissance yang melahirkan Galileo Galilei (1564-1642) dan Johannes Kepler (1571-1630)sebagai perintis-perintis ilmu pengetahuan modern. Maka pengetahuan pun menjadi lebih individual dalam bentuk filsafat. Sains yang kita kenal sekarang, pada waktu itu sebagai salah satu cabang filsafat yaitu filsafat alam.
Francis Bacon
John Locke
Adalah Francis Bacon (1561 – 1626)  yang menyatakan bahwa mesin cetak, mesiu dan kompas telah membentuk peradaban setelah Renaissance. Bacon juga yang mengajukan metoda induksi sebagai komplemen bagi metoda deduksi yang ditemukan Aristoteles. John Locke (1632-1704)  kemudian mengambil pandangan ekstrim empirisme yang mengatakan bahwa sumber semua pengetahuan adalah pengindraan manusia. Pandangan empirisme ini ditentang oleh Rene Descartes (1696-1750)  dengan filsafat rasionalisme yang mengatakan bahwa dengan skeptisisme sistematik dia mengambil kesimpulan bahwa sumber pengetahuan yang sejati adalah akal budi atau rasio manusia.

Revolusi sains: modernisasi lebih lanjut

Isaac Newton (1643-1726)  mensintesakan penemuan matematis Kepler dan penemuan empiris Galileo dalam teorinya tentang gerak, mekanika, dengan judul Philosophiae Naturalis Principia Mathematica . Newton sukses mengajukan mekanikanya karena dia telah menggabungkan metoda matematik metoda eksperimental. Rasionalisme sebagai lawan empirisme diajukan sebagai dua metoda yang saling melengkapi, bukan sebagai dua filsafat yang saling berlawanan.
Adam Smith
Sigmund Freud
Sukses Newton dibidang fisika ini menghasilkan sebuah wawasan mekanisme yang menggantikan wawasan organisme Aristoteles yang ternyata gagal menyatukan pengetahuan tentang gerak di bumi dan gerak di langit. Sukses mekanisme di fisika itu segera menjadi model bagi pencarian mekanisme di bidang-bidang ilmu kealaman lainnya seperti misalnya biologi oleh Charles Darwin  bahkan juga di ilmu-ilmu kemanusiaan seperti ekonomi oleh Adam Smith  dan psikologi oleh Sigmund Freud  . Pandangan bahwa alam sebagai mesin yang mendasari sains itu kini dikenal sebagai paradigma Newtonian.
James Watt
Hegel
Karl Marx
Pandangan mekanisme ini menjadi sangat dominan setelah mesin uap ciptaan James Watt  menjadi pendorong selanjutnya demokratisasi politik dan ekspansi ekonomi negara-negara Eropa sehingga mereka memasuki peradaban industrial. Tentu saja mekanisasi kemanusiaan ini mengalami reaksi filosofis yang menekankan bahwa masyarakat manusia tidak mengikuti suatu mekanika melainkan sebuah dialektika. Hanya saja reaksi filosofis ini tidaklah satu melainkan dua. Hegel mengajarkan idealisme dialektik dan Karl Marx mengajarkan materialisme dialektik. Kedua filsafat itu kemudian menjadi bentuk pengetahuan sosial yang disebut sebagai ideologi.

Abad 20: maksimasi modernitas

Radio pertama
Adolf Hitler
Stalin
Rudolp Carnap
Edmund Husserl
Abad ke-20 kemudian menjadi era konflik ideologis yang ditandai oleh dua perang dunia dan satu perang dingin. Perang ideologis ini dimungkinkan oleh lahirnya media elektronik radio yang menjadi corong bagi para pemimpin karismatik seperti Hitler  di Jerman dan Stalin  di Rusiauntuk menyebarkan ideologinya secara luas dengan meyakinkan pada rakyatnya. Pada era ini lahirlah dua pandangan filsafat ilmu yang saling bertentangan: neo-positivisme dan fenomenologi. Neo-positivisme, yang diajukan oleh anggota-angota Lingkaran Wina, seperti miusalnya Rudolf Carnap , mengunggulkan logika matematis sebagai sarana ampuh bagi sains untuk menata data empiris sains dan melecehkan metafisika sebagai sebagai tak berarti. Sebaliknya fenomenologi, yang diajukan oleh Edmund Husserl  adalah filsafat yang menekankan fundamentalitas pengalaman subyektif manusia sebagai suatu keutuhan, sedangkan formula-formula matematika hanyalah karikatur yang memiskinkan pengalaman indrawi manusia.

Abad ke-21: Akhirnya …. posmodernitas

Werner Heissenberg
Jean Francois Lyotard
Namun untungnya awal abad ke-20 terjadi dua revolusi di bidang fisika yang mengoreksi mekanika klasik Newton. Revolusi yang pertama adalah lahirnya teori relativitas temuan Albert Einstein  dan yang kedua adalah lahirnya mekanika kuantum dibidani oleh Werner Heisenberg . Einstein mendapat hadiah Nobel pada tahun 1921 karena penemuan rumus efek fotolistrik yang kemudian ternyata mengubah dunia dengan ditemukannya televisi  . Heisenberg mendapat hadiah Nobel pada tahun 1932 karena penemuannya mekanika benda-benda sebesar atom dan yang lebih kecil lagi sehingga memungkinkan ditemukannya mikroprosesor  yaitu jantung mesin-mesin komputer  sedunia yang kini terkoneksi dalam jaringan internet . Komputer telah menyebabkan sosiolog Prancis Jean-Francois Lyotard  melahirkan pemikiran posmodernisme, dalam bukunya  yang kemudian, di kalangan humaniora, didominasi pos-strukturalisme seperti Jacques Derrida  yang melecehkan sains dengan menganggapnya sebagai salah satu dari wacana-wacana relatif berupa konstruksi intersubyektif lainnya seperti novel, puisi, teologi, mitologi dan lain sebagainya.
Sebaliknya di kalangan ilmuwan, diilhami komplementaritas partikel gelombang di fisika kuamtum, justru muncul kecendrungan melihat materi dan pikiran ataupun sains dan agama sebagai sisi-sisi komplementer suatu realitas utuh menyeluruh yang saling melengkapi satu sama lainnya. Pandangan seperti inilah yang disebut sebagai holisme seperti yang disebarkan oleh fisikawan Amerika Fritjof Capra yang menulis buku “The Tao of Physics” 

Kesimpulan

Sejarah perkembangan peradaban tak bisa dipisahkan dengan perkembangan teknologi terutama teknologi komunikasi informasi. Teknik tulis-menulis melahirkan pengetahuan sebagai cabang filsafat dan pertentangan antara idealisme yang subyektif dan realisme yang obyektif. Penemuan teknik cetak-mencetak menghasilkan pertentangan antara filsafat rasionalisme yang subyektif dan empirisme yang obyektif. Penemuan media elektronik menimbulkan pertentangan antara fenomenologi yang berorientasi pada subyek dan neo-positivisme yang berorientasi pada obyek. Penemuan komputer menghasilkan perdebatan antara pos-strukturalisme, yang intersubyektif, dan holisme yang menyatukan subyek dan obyek. Artinya, perkembangan teknologi menghasilkan visi-visi baru tentang subyektivitas manusia dan obyektivitas alam. Dan transformasi visioner ini pada gilirannya menyebabkan adanya transformasi ilmu dan filsafat ilmu.
Sumber:http://www.facebook.com/note.php?note_id=380423071800&comments=

Thursday, October 18, 2012

Jalan Kebaikan, Jalan Keselamatan

Bismillahirrohmanirrohim, Assolatu wassalam ala Rasulillah waman waalah, Amma Ba’d,.. Dengan Nama Allah yang Maha Sejahtera (As-Salam). Tuhan yang mengutuskan Rasulullah saw sebagai hamba penyelamat (Abdus Salam). Nabi dan Rasul yang membawa Rahmat Kebaikan dan Keselamatan kepada umat sepanjang zaman bermula dari zamannya dan Sahabat (Companions), tabi’in (followers), tabi’tabi’in(follower of the followers) sehinggalah zaman kita (khalaf). Sabda Rasulullah: “Sebaik-baik kurun adalah kurunku, kemudian selepas itu, kemudian selepas itu.” Merekalah yang membawa panji Islam yang mensejahterakan sekalian alam, bahkan Islam bermaksud “sejahtera” atau “selamat”. Segala ajaran Islam terkandung dalam Al-Quranul Karim dan Sunnah itu telah memberikan panduan kepada kita ke arah jalan yang baik, selamat dan sejahtera. Alhamdulillah. Maka benarlah sabda Rasulullah saw itu, di mana nilai-nilai Islam yang terkandung dalam ajaran Islam itu telah disampaikan. Tinggal sahaja usaha kita untuk menghayati makna dan melaksanakan ajaran tersebut. Rasulullah saw tidak meninggalkan kepada kita harta material, sebaliknya “harta” yang berupa wahyu yang suci yang telah dihidangkan kepada kita, seterusnya naskhah-naskhah dicetak dan dibaca dengan begitu meluas. Sabda Nabi: “Aku tinggalkan kepada kamu semua dua perkara, kamu tidak akan sesat selagi kamu berpegang kepada keduanya iaitu Kitabullah (Al-Quran) dan Sunnahku.” Sepertimana yang telah dijelaskan, Islam bererti selamat sejahtera. Umat mengucapkan salam selamat sejahtera dan membalas ucapan salam dengan ucapan salam juga (alaikumussalam), atau yang lebih baik (waalaikumussalam warahmatullah) seperti yang masyhur dalam hadis mengenai fadhilat (kelebihan) memberi dan menjawab salam. Antara kelebihan ialah mendapat pahala menghidupkan sunnah, mendoakan kesejahteraan dan keselamatan serta mengeratkan hubungan silaturrahim. Memberi salam adalah wajib sementara menjawab adalah sunat. Alhamdulillah, pada hari ini, ucapan salam telah menjadi budaya yang baik yang diamalkan oleh umat Islam samaada secara lisan atau tulisan. Media elektronik juga tidak ketinggalan membudayakan ucapan salam, adalah lebih baik jika kita menjawabnya, kerana ucapan itu ditujukan kepada kita sebagai khalayak. Adapun khalayak yang bukan beragama Islam, mereka mengamalkan ucapan yang baik seperti “Good Morning” yang bererti selamat pagi, atau “Good Night” yang bererti selamat malam. Kesemua ucapan ini adalah doa yang baik dan elok diamalkan oleh manusia. Tetapi sebaik-baik ucapan dan doa ialah salam “Assalamualaikum” kerana menghidupkan sunnah. Demikian diajarkan oleh Rasulullah saw (peace be upon him), para Salafus Soleh (Orang dahulu yang baik2 yg terdiri dari Rasulullah saw dan Sahabat ra) serta para khalaf (Orang kebelakangan). Selawat dan salam ke atas Rasulullah saw, para keluarganya dan Sahabat ra.. Kita sedang berada di zaman moden, zaman di mana Rasulullah saw dan Sahabat ra telah lama meninggalkan kita. Akan tetapi, sementara keberadaan hidup ini kita masih berpeluang untuk “menghidupkan” semula zaman tersebut dari segi amalan dan penghayatan kerana “harta” yang Rasulullah saw tinggalkan kepada kita iaitu Kitabullah dan Sunnah masih ada, maka gunakanlah “harta” tersebut sebaik-baiknya. “Harta” tersebut diturunkan dan dijaga oleh Allah dan ianya perlu menjadi khazanah yang disayangi. Umat lain sebelum Islam juga mendapat “harta” tetapi “harta” tersebut telah dirosakkan oleh tangan-tangan mereka. Semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka untuk kembali ke jalan yang benar. Islam amat menitikberatkan umatnya supaya mencari jalan yang “baik” (good)-subulassolah, dan jalan yang “selamat” (peace)-subulassalam. Jika kebaikan mendapat tempat dan kesukaan umat, maka umat itu akan sentiasa berada dalam daerah kebaikan (darul khair), dan jika keselamatan mendapat tempat dan kesukaan umat, maka umat itu akan sentiasa berada dalam keadaan selamat, dan menuju ke daerah keselamatan (Darus Salam). Kita disyorkan supaya sentiasa bermohon kepada Allah agar ditempat kan di dalam daerah keselamatan di dunia dan di akhirat. “Ya Allah, Engkaulah yang Maha Sejahtera, dan dari Engkau kesejahteraan, dan kepada Engkau tempat kembalinya kesejahteraan, maka hidupkanlah kami dengan sejahtera, dan masukkanlah kami ke dalam syurga Darus Salam.” Allahumma antas salam, waminkas salam, wailaika ya’udus salam, fahayyina robbana bissalam, wa adkhilnal jannata Darus Salam. Tujuan Islam menganjurkan kebaikan ialah supaya umat mendapat manfaat yang besar. Umat akan diserapi sifat-sifat atau prinsip yang baik dan suka berbuat baik seperti kepada ibu bapa, jiran tetangga, saudara-mara, kenalan, dan lain-lain yang dikenali atau tidak dikenali. Dari situ diharapkan akan lahir suasana yang baik (biah solehah), pemimpin yang baik, rakyat yang baik, masyarakat yang baik, ummah yang baik, negara yang baik dan dunia yang baik. Firman Allah: “Wahai Tuhan kami, kurniakanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta jauhkanlah kami dari api neraka.” Ini seharusnya menjadi visi dan misi hidup kita di dunia ini selain beribadah kepada Allah. Firman Allah: “Tidak Aku jadikan jin dan manusia itu melainkan untuk beribadah kepadaKu.” Demi kemaslahatan diri perbanyakkanlah beribadah kepada Allah dengan amal soleh, dan demi kemaslahatan ummah perbanyakkanlah berbuat kebajikan. Manakala tujuan Islam menganjurkan keselamatan ialah supaya keamanan (peace) dan kebahagiaan (happiness) dapat dikecapi. “Keselamatan” adalah satu agenda Islam yang besar kerana matlamat agenda tersebut ialah keberhasilan dan pencapaian untuk mendapat ketenangan (mut’mainnah) yang hakiki di dunia dan akhirat. Moga kita dimasukkan ke dalam syurga Darus Salam dan selamat dari nyalaan api neraka. Sekian, terima kasih kerana membaca.

MEMBUDAYAKAN INTEGRITI DALAM KEHIDUPAN DAN MASYARAKAT

MEMBUDAYAKAN INTEGRITI DALAM KEHIDUPAN DAN MASYARAKAT Sejak akhir-akhir ini, isu integriti hangat kembali diperkatakan. Walaupun istilah integriti ini telah lama muncul , tapi secara rasminya di malaysia, ia disebut-sebut oleh Tun Abdullah Ahmad Badawi, semasa beliau menjadi PM. Walaupun masa pemerintahannya singkat iaitu 5 tahun, beliau telah memikirkan dan melahirkan idea mengenai Pelan Integriti Nasional. Tetapi sejauh mana pelaksanaan, dan sejauh mana pengamalan, dalam kata lain, sejauh mana berintegritinya rakyat Malaysia, terutama para penjawat awam. Tidak kira penjawat awam atau swasta, integriti adalah nilai yang baik yang harus ada pada setiap warga Malaysia tak kira muda atau tua, kecil atau besar, kaya atau miskin. Saya suka membawa para pembaca sama-sama “rethinking” mengenai integriti ini, dan memperkatakan kembali mengenai isu yang agak terpinggir ini, ke arah memekarkan kembali perjalanan hidup kita sebagai manusia dan hamba Allah. Dalam Islam, kita wajib memupuk akhlak mulia dan nilai murni dalam kehidupan, lebih-lebih lagi kalau kita seorang penjawat awam. Sebagai salah seorang anggota masyarakat, atau diibaratkan sebagai butir pasir yang mengukuhkan suatu binaan, adalah menjadi kewajipan kepada kita bertanggungjawab dan berdisiplin ketika bekerja. Kita harus mematuhi peraturan di tempat kerja, saling hormat-menghormati,saling bantu-membantu, bekerjasama dan bersemangat sebagai satu pasukan (esprit de corp), berbudi bahasa, mengutamakan kebajikan rakan sekerja, menyampaikan ilmu pengetahuan, mengambil berat seperti saling bertanya khabar, saling nasihat-menasihati, menziarahi ketika sakit dan sebagainya. Integriti penjawat awam satu hal yang perlu difikirkan. Bagaimana pula integriti sebagai penjawat swasta? Cukup berakhlakkah kita dengan pelanggan? Adakah kita mengutamakan kehendak pelanggan (pasaran) atau sebaliknya? Tetapi kalau mengutamakan kehendak pelanggan pun janganlah sampai menggadai maruah dan tatasusila kehidupan. Orang “offer” rasuah, kita ambil. Orang beri betis nak peha. Fikirkan hak orang lain juga. Orang di negara maju tidak memandang itu semua sebab ia menyalahi undang-undang (kepatuhan orang maju terhadap undang-undang sangat tinggi),tetapi merit dan peluang. Bagaimana integriti sebagai ibu-bapa? Adakah para ibu-bapa cukup berintegriti dengan anak-anak? Adakah masih ada di kalangan ibu bapa yang meludah ditempat awam , merokok di depan anak-anak, bercakap kasar kepada orang tua, anak dan isteri. Ini tentu memberi contoh yang buruk yang tidak wajar diteladani oleh anak-anak. Kita dengan mudah kata “yang baik tiru, yang tak baik jangan tiru” depan anak-anak. Ibubapa dalam role model kepada anak-anak. “Art of living” kena pandai, barulah tidak dikatakan “seperti ibu ketam yang mengajar anaknya berjalan betul.” Ibubapa kena pandai ilmu taksir, sebab pepatah mengatakan “ bapa borek anak rintik.” Jangan pula “guru kencing berdiri, murid kencing berlari.” Menyesal kemudian tak berguna. “Dah terhantuk baru nak tengadah.” Dalam soal agama pula, ibu bapa perlu memberi contoh persekitaran yang baik seperti rajin solat bila masuk waktunya. Dengan cara ini, secara tidak langsung, ia mendidik anak-anak patuh kepada ajaran agama, seawal kanak-kanak, sehinggakan kepatuhan mereka kepada Allah, dalam menunaikan kewajipan solat, bila meningkat remaja kelak tidak perlu dipantau lagi. Secara automatis, bila azan berkumandang, ingatan pada solat. “Ibadat didahulukan, solat diutamakan.” Dengan cara ini, secara perlahan-lahan, individu tidak lagi berfikiran terlalu liberal (liber=bebas), sehingga kewajipan solat diremeh-remehkan, begitu juga kewajipan menutup aurat. Soal solat dan aurat adalah asas dalam Islam. “Fail” individu ketika di dunia soal solat dan aurat, maka “fail” juga di akhirat. Ini kita tidak mahu dan cuba menghindarkan bersama-sama. Siksaan kubur dan api neraka sentiasa dekat dengan orang yang mencuaikan kewajipan solat dan aurat. Integriti, akhlak mulia dan nilai murni berkait rapat dengan akhirat. Nabi pernah ditanya perihal orang yang paling banyak masuk syurga. Baginda menjawab : “Taqwa kepada Allah dan Akhlak yang Baik.” (HR Tirmidzi) Saya tak ingin memperpanjangkan bicara mengenai solat dan aurat. Saya anggap semua orang sudah “tahu”, tinggal lagi samaada kalian “faham”, “boleh buat” atau “boleh buat dengan beradab” atau “boleh buat dengan beradab mithali.” (Terima kasih Encik Rohesan dari KPM atas taklimat dan pencerahan mengenai KSSR). Sekian dahulu coretan ringkas. Berjumpa lagi di lain kesempatan.

Saturday, January 30, 2010

Solat Subuh di Masjid

Seorang pemuda bangun pagi2 buta utk sholat subuh di Masjid

Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju masjid .


Ditengah jalan menuju masjid, pemuda tsb jatuh dan pakaiannya kotor.

Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang kembali ke rumah. Di rumah,

dia berganti baju, berwudhu, dan, LAGI,

berjalan menuju masjid .


Dlm perjalanan kembali ke masjid , dia jatuh lagi di tempat yg sama!

Dia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali ke rumah.

Di rumah, dia, sekali lagi, berganti baju,

berwudhu dan berjalan menuju masjid .

Di tengah jalan menuju masjid , dia bertemu seorang lelaki yg memegang lampu.

Dia menanyakan identiti lelaki tsb, dan menjawab "Saya melihat anda jatuh 2 kali di perjalanan menuju masjid ,

jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda..'

Pemuda pertama mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan ke masjid .

Saat sampai di masjid , pemuda pertama bertanya kepada lelaki yang

membawa lampu untuk masuk dan sholat subuh bersamanya.

lelaki itu menolak.

pemuda itu mengajak lagi hingga berkali2 dan,

lagi, jawapannya sama.

Pemuda bertanya, kenapa menolak untuk masuk dan sholat.

lelaki itu menjawab



Aku adalah IBLIS (setan)


Pemuda itu terkejut dgn jawapan lelaki itu.

Setan kemudian menjelaskan,

'Saya melihat kamu berjalan ke masj id ,

dan sayalah yg membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah,

membersihkan badan dan kembali ke masj id ,

Allah memaafkan semua dosa2mu.

Saya membuatmu jatuh kedua kalinya, dan

bahkan itupun tidak membuatmu merubah fikiran untuk tinggal dirumah ,

kamu tetap memutuskan kembali masjid .

Karana hal itu, Allah memaafkan dosa2 seluruh anggota keluargamu.

Saya KHAWATIR jika saya membuat kamu jatuh utk kali ketiga ,

jangan2 Allah akan memaafkan dosa2 seluruh penduduk desamu,

jadi saya harus memastikan bahwa anda sampai dimasjid dgn selamat....'





Jadi, jangan biarkan Setan mendapatkan keuntungan dari setiap aksinya.

Jangan melepaskan sebuah niat baik yg hendak kamu lakukan karena kamu tidak pernah tahu ganjaran yg akan kamu dapat

dari segala kesulitan yg kamu temui dalam usahamu utk melaksanakan niat baik tersebut

Rahsia Solat Awal Waktu

Setiap peralihan waktu solat sebenarnya menunjukkan perubahan tenaga alam ini yang boleh diukur melalui perubahan warna alam. Aku rasa fenomena perubahan warna alam adalah sesuatu yang tidak asing bagi mereka yang terlibat dalam bidang fotografi.

Sebagai contoh, pada waktu Subuh alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersamaan dengan frekuensi tiroid yang mempengaruhi sistem metabolisma tubuh. Jadi warna biru muda atau waktu Subuh mempunyai rahsia berkaitan dengan penawar/rezeki dan komunikasi.

Mereka yang kerap tertinggal waktu Subuhnya ataupun terlewat secara berulang-ulang kali, lama kelamaan akan menghadapi masalah komunikasi dan rezeki. Ini kerana tenaga alam iaitu biru muda tidak dapat diserap oleh tiroid yang mesti berlaku dalam keadaan roh dan jasad bercantum (keserentakan ruang dan masa) - dalam erti kata lain jaga daripada tidur. Disini juga dapat kita cungkil akan rahsia diperintahkan solat diawal waktu. Bermulanya saja azan Subuh, tenaga alam pada waktu itu berada pada tahap optimum. Tenaga inilah yang akan diserap oleh tubuh melalui konsep resonan pada waktu rukuk dan sujud. Jadi mereka yang terlewat Subuhnya sebenar sudah mendapat tenaga yang tidak optimum lagi.

Warna alam seterusnya berubah ke warna hijau (isyraq & dhuha) dan kemudian warna kuning menandakan masuknya waktu Zohor. Spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi perut dan hati yang berkaitan dengan sistem penghadaman. Warna kuning ini mempunyai rahsia yang berkaitan dengan keceriaan. Jadi mereka yang selalu ketinggalan atau terlewat Zuhurnya berulang-ulang kali dalam hidupnya akan menghadapi masalah di perut dan hilang sifat cerianya. Orang yang tengah sakit perut ceria tak ?

Kemudian warna alam akan berubah kepada warna oren, iaitu masuknya waktu Asar di mana spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi prostat, uterus, ovari dan testis yang merangkumi sistem reproduktif. Rahsia warna oren ialah kreativiti. Orang yang kerap tertinggal Asar akan hilang daya kreativitinya dan lebih malang lagi kalau di waktu Asar ni jasad dan roh seseorang ini terpisah (tidur la tu .). Dan jangan lupa, tenaga pada waktu Asar ni amat diperlukan oleh organ-organ reproduktif kita

Menjelang waktu Maghrib, alam berubah ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dinasihatkan oleh orang-orang tua agar tidak berada di luar rumah. Ini kerana spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis (infra-red) dan ini bermakna jin dan iblis pada waktu ini amat bertenaga kerana mereka resonan dengan alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan juga seelok-eloknya berhenti dahulu pada waktu ini (solat Maghrib dulu la .) kerana banyak interferens (pembelauan) berlaku pada waktu ini yang boleh mengelirukan mata kita. Rahsia waktu Maghrib atau warna merah ialah keyakinan, pada frekuensi otot, saraf dan tulang.

Apabila masuk waktu Isyak, alam berubah ke warna Indigo dan seterusnya memasuki fasa Kegelapan. Waktu Isyak ini menyimpan rahsia ketenteraman dan kedamaian di mana frekuensinya bersamaan dengan sistem kawalan otak. Mereka yang kerap ketinggalan Isyaknya akan selalu berada dalam kegelisahan. Alam sekarang berada dalam Kegelapan dan sebetulnya, inilah waktu tidur dalam Islam. Tidur pada waktu ini dipanggil tidur delta dimana keseluruhan sistem tubuh berada dalam kerehatan. Selepas tengah malam, alam mula bersinar kembali dengan warna putih, merah jambu dan seterusnya ungu di mana ianya bersamaan dengan frekuensi kelenjar pineal, pituitari, talamus dan hipotalamus. Tubuh sepatutnya bangkit kembali pada waktu ini dan dalam Islam waktu ini dipanggil Qiamullail.

Begitulah secara ringkas perkaitan waktu solat dengan warna alam. Manusia kini sememangnya telah sedar akan kepentingan tenaga alam ini dan inilah faktor adanya bermacam-macam kaedah meditasi yang dicipta seperti taichi, qi-gong dan sebagainya. Semuanya dicipta untuk menyerap tenaga-tenaga alam ke sistem tubuh. Kita sebagai umat Islam sepatutnya bersyukur kerana telah di'kurniakan' syariat solat oleh Allah s.w.t tanpa perlu kita memikirkan bagaimana hendak menyerap tenaga alam ini. Hakikat ini seharusnya menginsafkan kita bahawa Allah s.w.t mewajibkan solat ke atas hambanya atas sifat pengasih dan penyayang-Nya sebagai pencipta kerana Dia tahu hamba-Nya ini amat-amat memerlukannya. Adalah amat malang sekali bagi kumpulan manusia yang amat cuai dalam menjaga solatnya tapi amat berdisiplin dalam menghadiri kelas taichinya.

Kenali Ahli Sufi Ibrahim bin Adham

Ibrahim bin Adham atau nama asalnya ialah Abu Ishak Ibrahim bin Adham dilahirkan daripada keluarga bangsawan Arab yang kaya raya. Beliau terkenal sebagai seorang raja Balkh yang sangat luas wilayah kekuasaannya. Ke mana saja pergi, beliau akan diiringi empat puluh bilah pedang emas dan empat batang tongkat kebesaran emas diusung di depan dan belakangnya. Nama beliau berada dalam tinta sejarah daripada seorang raja yang masyhur kepada ahli sufi yang terkenal.
Bermulanya perubahan kehidupan Ibrahim bin Adham apabila pada suatu malam ketika baginda tertidur di bilik istananya, langit-langit di biliknya bergerak seolah-olah ada seseorang yang sedang berjalan di atas atap. Ibrahim terjaga dan berseru: “Siapakah itu?”
“Saya adalah seorang sahabat, untaku hilang, aku sedang mencarinya di atas atap ini.” Terdengar sahutan dari atas.
“Bodoh, tidak ada orang mencari unta di atas atap!” Ibrahim menengkingnya.
“Wahai manusia yang lalai, apakah engkau hendak mencari Allah Subhanahu wata’ala dengan berpakaian sutera dan tidur di alas tilam emas?” Jawab suara itu penuh simbolik.
Kata-kata ini sangat menggetarkan hati Ibrahim. Ia sangat gelisah dan tidak dapat meneruskan tidurnya sehingga pagi. Seperti kebiasaannya, di sebelah siang Ibrahim berada di atas singgahsananya untuk mendengar pengaduan dan masalah rakyat jelata. Tetapi hari itu keadaannya berlainan, dirinya gelisah dan banyak termenung.
Para menteri, pembesar istana dan rakyat yang hadir merasa hairan melihat perubahan yang terjadi dengan tiba-tiba kepada raja mereka.
Tiba-tiba masuk seorang lelaki berwajah menakutkan ke dalam ruangan perjumpaan itu. Tidak seorangpun di antara askar dan pengawal istana yang berani menanyakan sesuatu dan menghalangnya masuk. Kejadian berlaku begitu pantas, semua lidah menjadi kelu. Lelaki itu melangkah ke depan Ibrahim Adham.
“Apakah yang engkau inginkan daripada aku?” Tanya Ibrahim.
“Aku baru sahaja sampai, bagilah aku rehat dulu”, jawab lelaki itu.
“Ini bukan tempat persinggahan kafilah. Ini istanaku. Lagak engkau seperti orang gila saja!” Ibrahim menengking.
“Siapa pemilik sebenar istana ini sebelum engkau?” Tanya lelaki itu.
“Ayahku!” Jawab Ibrahim pendek.
“Sebelum ayahmu?”
“Datukku!”
“Sebelum dia?”
“Datuk kepada datuk-datukku!”
“Ke manakah mereka sekarang ini?“ Tanya lelaki itu.
“Mereka telah meninggalkan dunia ini”, jawab Ibrahim.
“Jika demikian, tidakkah ini sebuah persinggahan yang diduduki oleh seseorang kemudian ditinggalkannya dan diganti oleh yang lain pula?” Kata lelaki itu.
Tersentak juga hati Ibrahim mendengar kata-kata lelaki itu. Belum sempat Ibrahim menjawab, lelaki itu mengundur ke belakang dan tiba-tiba ghaib di tengah orang ramai. Banyak para alim ulama membuat tafsiran sesungguhnya lelaki itu adalah Nabi Khidhir ‘Alaihissalam yang sengaja datang mengetuk hati raja Ibrahim bin Adham yang semakin lalai dengan tipu daya dunia.
Kegelisahan Ibrahim semakin menjadi-jadi sejak kejadian tersebut. Ia dihantui oleh bayangan dan suara lelaki itu sejak peristiwa di istananya. Akhirnya kerana tidak tahan lagi Ibrahim memerintah pengawalnya: “Persiapkan kudaku yang terbaik! Aku hendak pergi berburu. Ya, Allah! Bilakah semua ini akan berakhir?”
Ibrahim bin Adham dan rombongan terus merentasi padang pasir yang luas saujana mata memandangnya. Baginda memacu kudanya begitu laju sehingga akhirnya terpisah dengan rombongan tersebut. Dalam mencari jalan keluar baginda terlihat seekor rusa.. Tiba-tiba Ibrahim ghairah hendak memburu rusa itu. Belum sempat berbuat apa-apa rusa itu berkata kepadanya: “Wahai manusia yang lalai, aku disuruh oleh Allah Subhanahu wata’ala memburumu. Engkau tidak dapat menangkapku. Bertaubatlah, untuk inikah engkau diciptakanNya?”
Ibrahim yang di dalam ketakutan itu tiba-tiba terkejut dengan kata-kata itu. Baginda langsung tidak terfikir selama ini untuk apa baginda dicipta ke dunia. Sekarang keyakinan serta keimanannya telah tertanam di dalam dadanya. Seluruh pakaian dan tubuh kudanya basah oleh cucuran air mata penyesalannya selama ini. Dengan sepenuh hati Ibrahim bertaubat kepada Allah Subhanahu wata’ala. Dalam keadaan panas terik itu, baginda meninggalkan kudanya dengan berjalan kaki yang akhirnya baginda bertemu dengan seorang penggembala yang sedang menjaga sekumpulan kambing-kambingnya.
Tiba-tiba Ibrahim meminta keizinan untuk menyerahkan bajunya yang bersulam emas serta topinya yang bertatahkan batu-batu permata yang sangat mahal harganya. Sebaliknya baginda mengenakan pakaian dan topi gembala itu yang diperbuat daripada kulit dan bulu kambing. Gembala kambing itu melihat kelakuan Ibrahim itu dengan penuh kehairanan. Semua malaikat menyaksikan perbuatan Ibrahim itu dengan penuh kekaguman sehingga salah satu malaikat berkata: “Lihat, betapa megahnya kerajaan yang diterima putera Adham sebelum ini, akhirnya telah mencampakkan pakaian dunia yang kotor dan menggantinya dengan jubah kesedaran.”
Dengan berjalan kaki Ibrahim mengembara merentasi gunung dan menyusuri padang pasir yang luas sambil menginsafi dosa-dosa yang pernah dilakukannya. Akhirnya sampailah baginda di sebuah gua. Ibrahim yang dulunya seorang raja yang hebat akhirnya menyendiri dan berkhalwat di dalam gua selama sembilan tahun. Selama di dalam gua itulah Ibrahim betul-betul mengabdikan dirinya kepada Allah Subhanahu wata’ala. Setiap hari Khamis baginda ke pekan bernama Nishapun untuk menjual kayu api. Setelah sembahyang Jumaat baginda pergi membeli roti dengan wang yang diperolehinya. Roti itu separuh diberikan kepada pengemis dan separuh lagi untuk berbuka puasa. Demikianlah yang dilakukannya setiap minggu.
Akhirnya baginda mengambil keputusan keluar dari gua tersebut untuk merantau lagi merentasi padang pasir yang terbentang luas itu. Baginda tidak tahu lagi ke mana hendak ditujui. Setiap kali baginda berhenti di sebuah perkampungan, baginda kumpulkan orang-orang setempat untuk memberitahu betapa kebesaran Allah terhadap hambaNya dan azab yang akan diterima oleh sesiapa yang mengingkarinya. Justeru itu banyaklah
orang yang akrab dengannya dan ada yang menjadi muridnya. Baginda mengharungi padang pasir itu empat belas tahun lamanya. Selama itu pula baginda berdoa dan merendahkan dirinya serta tawaddhu’ kepada Allah Subhanahu wata’ala. Nama Ibrahim pula mula disebut-sebut orang; dari seorang raja berubah menjadi seorang ahli sufi yang merendah diri.
Pernah dalam perjalanannya baginda diuji. Disebabkan kewara’an baginda itu ada seorang kaya datang menemuinya untuk mengambil tabarruk ke atas baginda dengan memberi wang yang sangat banyak kepada Ibrahim. “Terimalah wang ini, semoga berkah”, katanya kepada Ibrahim.
“Aku tidak mahu menerima sesuatupun daripada pengemis”, jawab Ibrahim.
“Tetapi aku adalah seorang yang kaya”, pintas orang kaya orang itu.
“Apakah engkau masih menginginkan kekayaan yang lebih besar daripada apa yang telah engkau miliki sekarang ini?” tanya Ibrahim.
“Ya, kenapa tidak?” Jawabnya ringkas.
“Simpanlah wang ini kembali, bagi aku, engkau adalah ketua para pengemis di sini. Bahkan engkau bukan seorang pengemis lagi tetapi seorang yang sangat miskin dan meminta-minta.” Tegur Ibrahim.
Kata-kata Ibrahim itu membuatkan orang kaya itu tersentak seketika. Penolakan pemberiannya oleh Ibrahim disertai dengan kata-kata yang sinis lagi pedas itu turut meninggalkan kesan yang mendalam kepada dirinya. Dengan peristiwa tersebut orang kaya itu bersyukur kepada Allah kerana pertemuan dengan Ibrahim itu membuatkan dirinya sedar akan tipu daya dunia ini. Beliau lalai dengan nafsu yang tidak pernah cukup daripada apa yang perolehinya selama ini.
Suatu ketika sedang Ibrahim bin Adham menjahit jubah buruknya di tepi sungai Tirgis baginda ditanya oleh sahabatnya: “Engkau telah meninggalkan kemewahan kerajaan yang besar. Tetapi apakah yang engkau telah perolehi sebagai imbalannya?”
Disebabkan soalan yang tidak disangka-sangka itu keluar dari mulut sahabatnya sendiri maka dengan tiba-tiba jarum di tangannya terjatuh ke dalam sungai itu.
Sambil menunjukkan jarinya ke sungai itu Ibrahim berkata, “Kembalikanlah jarumku!”
Tiba-tiba seribu ekor ikan mendongakkan kepalanya ke permukaan air. Masing-masing ikan itu membawa sebatang jarum emas di mulutnya.
Ibrahim berkata: “Aku inginkan jarumku sendiri.”
Seekor ikan kecil yang lemah datang menghantarkan jarum besi kepunyaan Ibrahim di mulutnya.
“Jarum ini adalah salah satu di antara imbalan-imbalan yang ku perolehi, kerana meninggalkan kerajaan Balkh. Sedangkan yang lainnya belum tentu untuk kita, semoga engkau mengerti.” Kata Ibrahim Adham dengan penuh kiasan.
Begitulah kehidupan seorang raja Balkh yang bernama Ibrahim bin Adham yang luas pemerintahannya dan hidup di dalam kemewahan, tetapi akhirnya berkelana menjadi ahli sufi yang terkenal. Baginda menemui Allah Subhanahu wata’ala pada tahun 165H/782M di negeri Persia. Taubat Ibrahim itu merupakan sebuah kisah yang sangat unik bagi umat Islam yang merintis kehidupan yang penuh dengan tipu daya di dunia ini. Wallahu ‘alam.

* Dipetik dari Tazkirat al-Aulia karangan Farid ad-Din Attar, Mukhtashar ar-Raudah ar-Rauyyahin Fi
Manaqib as-Salihin karangan Abu Mazaya al-Hafiz

Bercadang Untuk Tidak Berpuasa

“Ustaz, saya bercadang untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan ini sebab saya terpaksa menduduki peperiksaan”, kata seorang mahasiswi melalui emailnya kepada saya.

“Saya yang lemah iman tidak mungkin boleh berpuasa Ramadhan ini sebab aktiviti minggu orientasi yang berat!”, maklum seorang mahasiswa pula.

“Saya terlalu bernafsu kuat dan sering melakukan masturbasi termasuk di Ramadhan ini. Apakah nasib saya ustaz?”, tulis seorang… maaf bukan seorang, tapi beberapa orang pelajar perempuan melalui email kepada saya. Ya, perempuan. Bukan lelaki.

Muka saya merah, telinga kepanasan.

Jika hanya seorang yang bercadang untuk tidak berpuasa, saya dengan mudah menganggapnya sebagai kes terpencil. Tetapi Ramadhan kali ini saya dihubungi oleh sejumlah mahasiswa dan mahasiswi yang telah awal-awal lagi berazam untuk TIDAK BERPUASA, kerana ada sesuatu yang berlaku di dalam hidup mereka selain makan dan tidur.

Peperiksaan…

Aktiviti minggu orientasi…

Banyak bekerja shif malam…

BUKAN TERPENCIL

Kesemua email yang saya terima di bawah kategori ini saya himpunkan tanpa tergesa-gesa menjawabnya. Sengaja saya kumpulkan sehingga selesai seminggu pertama Ramadhan. Jumlahnya signifikan. Datangnya dari empat penjuru bumi. Mengecewakan!

Di manakah silapnya?

Kelemahan jati diri anak watan kita ini sudah amat kritikal. Tolaklah ke tepi semangat-semangat yang sedang dicari untuk berjihad, membela umat, membebaskan Palestin dan menebus kemunduran bangsa.

Cukup sekadar saya katakan, mungkin ini salah satu sebab mengapa Malaysia gagal mendapat pingat emas di dalam Sukan Olimpik. Negara ini melahirkan bangsa manusia yang lemah determination biar pun tinggi IQ, hebat teknologi, mewah kemudahan prasarana, banyak ilmu dan lebih segala-galanya.

Semuanya terbangun dan bangkit ‘maju’, kecuali manusianya. Terlupa prima kausa!

AMARAN

Perbuatan menyengajakan tidak berpuasa atau berbuka tanpa uzur syar’ie yang kita sedia maklum, adalah dosa besar yang berat ancamannya dari Allah dan Rasul-Nya.

Daripada Abi Umamah al-Bahili beliau berkata, aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda : Semasa aku sedang tidur, datang dua lelaki kepadaku dan mendapatkan aku pada tangannya lalu membawa aku ke hujung gunung. Mereka berkata : Naiklah ke atas. Aku berkata: Aku tidak boleh. Mereka berkata. Sesungguhnya kami akan mempermudahkan bagimu. Maka aku mendaki sehingga sampai ke kemuncak gunung tersebut. Kemudian aku mendengar suara-suara yang kuat. Aku berkata : Suara apakah itu? Mereka berkata: Ini adalah suara pekikan manusia dari neraka. Kemudian aku bergegas sehingga aku melihat manusia digantung di belakang lutut mereka, dengan di tepi mulut-mulut mereka koyak dan darah keluar dari mulut-mulut mereka. Aku berkata: Siapakah mereka ini? Mereka berkata: Ini adalah mereka yang berbuka puasa sebelum waktunya. – [Hadith disahihkan oleh al-Albani di dalam Mawaarid al-Zam’aan, #1509]

Wahai adik-adikku, teguhkanlah jati diri kalian. Jangan jadikan keselesaan hidup hari ini fitnah ke atas dirimu! Susah hidup semalam dan senang selesa hidup hari ini, semuanya menuju ke KESUSAHAN AKHIRAT yang SAMA. NERAKA YANG SAMA.

Doaku agar kita bertemu di SYURGA.

www.iluvislam. com
Ustaz Hasrizal*
Editor: lailatulema